Desa Kutuh merupakan salah
satu sentra budidaya rumput laut di Pulau Dewata. Setidaknya ada 5
kelompok pembudidaya rumput laut di sana, yang paling lama terbentuk
adalah Sari Segara. Sari Seraga menjadi contoh bagi terbentuknya
kelompok pembudidaya rumput laut lainnya di Desa Kutuh. Menurut Ketut,
para sudah merasakan dampak positif dari berkelompok terutama dari sisi
pemasaran. “Produksi dari desa ini dapat meningkat dan posisi tawar
lebih kuat,” ungkap Ketut.
Pembentukan kelompok budidaya ini bukannya
tanpa latar belakang. Ketut menceritakan, sejak 1990-an budidaya rumput
laut di Desa Kutuh sudah mengmbangkan usaha budidaya rumput laut. Kala
itu usaha dijalankan secara perorangan dan penjualan pun bergantung para
penampung atau tengkulak.
Para pembudidaya kerap merasakan harga
jual rumput laut yang rendah, bahkan panen ada sampai yang tidak dibeli.
“Mereka tidak bisa berbuat apa-apa sebab produksinya kecil dan hanya
tergantung pada satu penjual,” kata Ketut. Melihat keadaan itu para
pembudidaya pun berkumpul dan sepakat untuk menginisiasi pembentukan
Kelompok Sari Segara pada pada 12 Oktober 1995.
Ketut menjelaskan
sejumlah manfaat yang dapat dipetik para pembudidaya rumput laut dengan
berkelompok. Salah satunya adalah produksi kelompok yang punya anggota
aktif sekitar 30 orang ini kini lebih besar dan terorganisir. Calon
pembeli terutama dari pabrikan tidak perlu repot-repot mendatangi
langsung pembudidaya orang per orang untuk membeli rumput laut, cukup
datang ke Sari Segara yang menampung hasil panen para pembudidaya.
Pada
akhirnya harga jual pun dapat dikatrol. Saat ini untuk harga jual
rumput laut Cotonii kering di tingkat rata-rata Rp 10.000 per kg. Jumlah
produksi yang besar dan stabil, membuat posisi tawar Sari Segara dalam
menjual rumput laut lebih kuat. Kelompok yang sekarang sudah berbentuk
koperasi itu, bisa punya pilihan akses pembeli baik perorangan maupun
perusahaan.
Ketut mengaku sudah memanfaatkan internet untuk
memperluas akses pemasaran. Pihaknya juga bisa mengakses informasi
jaringan kelompok pembudidaya rumput laut di daerah lain untuk
membandingkan harga, termasuk produksi dan kualitas rumput laut. “Kita
tidak bisa dibohongi dan dipermainkan lagi oleh pembeli,” tegas Ketut.
Sumber: http://www.trobos.com






Posting Komentar